Ada satu hasil dari ISFEST 2025 yang usianya akan jauh melampaui acaranya sendiri: penandatanganan Implementation Agreement antara FTI UKSW dan HELP University, Malaysia.
Kesepakatan itu membuka kerja sama di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kuliah umum. Artinya, mahasiswa Sistem Informasi FTI kini punya jalur resmi menuju kolaborasi lintas negara, bukan sekadar seminar sekali jalan.
Puncak dari rangkaian tiga hari
ISFEST atau Information System Festival adalah agenda tahunan Program Studi Sistem Informasi FTI UKSW. Tahun ini temanya FUTURE: United for the Future Economy with Entrepreneurship and Design without Border, dan diikuti peserta dari dua belas universitas.
Rangkaiannya dimulai dengan kompetisi desain User Interface/User Experience dan Business Plan pada 15 dan 16 September 2025, lalu ditutup dengan seminar internasional di Auditorium Ds. S. Djojodihardjo, Kampus Notohamidjojo.
Kecerdasan buatan sebagai peluang usaha
Seminar bertajuk Bridging the Gap: Generative AI as an Enabler of Future Business Potential dibawakan Profesor Dr. R. Logeswaran, Dekan Fakultas Komputasi dan Teknologi Digital HELP University, Malaysia.
Menurutnya, kecerdasan buatan generatif kini menjadi instrumen penting bagi dunia usaha, ditopang empat hal: efisiensi, skalabilitas, kemampuan menganalisis pasar, dan optimalisasi produk.
Sesi tanya jawab berlangsung hidup. Salah satu peserta dari Universitas Gadjah Mada, Anugrah Musthofa Syahid Bestari, mengangkat prediksi bahwa pada 2030 kecerdasan buatan akan menggantikan banyak jenis pekerjaan sekaligus menciptakan pekerjaan baru yang menuntut keahlian tinggi. Baginya, kesempatan bertanya langsung kepada praktisi internasional tentang cara bersiap menghadapi itu adalah bagian paling berharga dari acara ini.
Kompetisi yang menuntut produk nyata
Ketua panitia ISFEST 2025, Ratna Sari Sumekar, menjelaskan bahwa kedua kategori lomba dirancang agar peserta benar-benar membangun produk digital berbasis kecerdasan buatan, bukan sekadar menyusun konsep.
Juara pertama kategori Business Plan diraih tim Tawakhal dari Universitas Gadjah Mada, sedangkan kategori UI/UX dimenangkan tim Manifesteam dari Universitas Brawijaya.
Menuju lebih banyak forum bertaraf internasional
Ketua Program Studi S1 Sistem Informasi FTI UKSW, Hanna Prillysca, S.Si., M.Cs., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional, dan diharapkan diikuti lebih banyak acara berskala serupa.
Bagi mahasiswa Sistem Informasi, kegiatan seperti ini memberi dua hal sekaligus: kesempatan mengukur diri terhadap peserta dari universitas lain, dan akses langsung ke praktisi serta akademisi dari luar negeri.

